Jude Bellingham menjadi pusat perbincangan setelah laga imbang tanpa gol antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026. Gelandang Inggris itu tertangkap kamera menutupi mulut saat berbicara dengan Jordan Ayew.
Momen tersebut langsung memicu perdebatan karena FIFA kini memiliki regulasi baru terkait tindakan menutupi mulut saat berbicara di lapangan. Aturan itu bahkan dapat berujung kartu merah jika dianggap sebagai bagian dari konfrontasi.
Meski demikian, Jude Bellingham tetap melanjutkan pertandingan tanpa hukuman. Keputusan wasit ini menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak mengenai konsistensi penerapan aturan baru tersebut.
Alasannya ternyata tidak sesederhana gestur menutupi mulut semata. FIFA menilai konteks percakapan menjadi faktor utama sebelum menjatuhkan sanksi.
Aturan Baru FIFA soal Menutupi Mulut
FIFA memperkenalkan aturan baru pada Piala Dunia 2026 yang memungkinkan pemain diusir jika sengaja menutupi mulut saat berbicara dengan lawan. Regulasi ini dibuat untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjaga respek di lapangan.
Aturan tersebut mendapat dorongan dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah kasus yang melibatkan Gianluca Prestianni. Pemain Benfica itu menerima larangan bermain enam laga akibat tindakan homofobik pada awal tahun.
Infantino menjelaskan alasan di balik kebijakan itu. “Ini soal respek. Ini soal teladan yang harus kita berikan. Jika Anda tidak menyembunyikan apa pun, Anda tidak perlu menutupi mulut saat berbicara dengan seseorang.”





Menggila di Piala Dunia 2026, Striker Timnas Belanda Ini Masuk Daftar Belanja MU
Waktu Latihan Iran Jelang Hadapi Belgia Dipangkas Otoritas Amerika Serikat
3 Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tampil Gacor: Meksiko dan AS Sudah Lolos, Kanada Ikut Melaju